Wednesday, 30 November 2022

HARI 17

    Hari ini tentang tujuan hidup dan cita-cita. Apa pentingnya cita-cita dan tujuan hidup? Dari vidio yang aku tonton, singkatnya tujuan dan cita-cita ini penting agar kita bisa memenuhi kebutuhan psikologis kita yaitu kebahagiaan. Sebenarnya dalam hidup ini kita perlu sebuah tujuan. Tujuan itu kita identikkan dengan hidup dalam kebahagiaan -yang tentunya definisi kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Dan kebahagiaan itulah yang terus kita kejar. Tanpa tujuan hidup, kita akan merasa hampa. Tak tahu sebenarnya kita sedang berjalan kemana. https://www.youtube.com/watch?v=-Z2gIXkOd2s

    Sementara itu bagaimana cara mencari cita-cita itu? bagaimana kita tahu apa bakat kita? Apa yang kita cita-citakan? Semua dimulai dari refrensi. Semakin banyak kita mengenal hal yang menarik, kita akan semakin banyak mengenal orang-orang yang berjalan di berbagai arah. Pelajari, dan temukan apa sesuatu yang paling menyenangkan yang dapat kita lakukan. Itulah pasion kita sesungguhnya. Pada dasarnya bakat seseorang itu muncul dan berkembang pun karena belajar. Temukan bahwa bakat itu adalah sesuatu yang akan sangat bermanfaat. Cari banyak kesempatan-kesempatan yang akan menuntun kita ke arah sana. Hal yang penting tentu saja belajar dan berlatih. https://www.youtube.com/watch?v=odNpD5YsVmI

    Sebenarnya ini tambahanku saja. Kalau kita sudah menemukan pasion kita, untuk apa kita belajar hal diluar itu? Belajar hal yang lain pun sama bergunanya dengan berlatih di satu bidang. Ia akan menambah wawasan, pandangan kita. Kita akan punya pandangan yang luas tentang dunia sehingga membuat kita menjadi pribadi yang lebih rendah hati, percaya diri, dan bertanggung jawab. 



Judul : GIANT STEPS 
Penulis : Anthony Robbins
Penerbit: PT. Ufuk Publishing House

 

Bab 8 : AMBIL SEPULUH LANGKAH TANTANGAN MENTAL
Halaman awal hingga terakhir membaca : 246-254

    Hari ini tentang evaluasi. Maksudnya tentang pandangan kita terhadap sesuatu. Ketika kita menghadapi suatu hal bagaimana itu akan mempengaruhi kesimpulan kita terhadap sesuatu. Ketika ada suatu maslah sebaiknya kita kenal dulu apa yang sedang terjadi pada kita. Buat pertanyaan-pertanyan yang luas tentang kejadian tersebut. Jawab satu-satu pertanyaan-pertanyaan tersebut, baru buat kesimpulan yang jelas dengan segala informasi yang sudah kita dapatkan. Bukan hanya meloncat pada kesimpulannya. 

    Seperti saat kita mendengar ungkapan bahwa seseorang yang meninggikan suara artinya seseorang itu membenci kita. Hal itu membuat seseorang mencoba untuk berbicara semanis mungkin agar tidak terlihat seakan sedang membenci. Padahal itu tak selalu benar. Ungkapan seperti itu sama saja meloncat pada kesimpulan.

    Seperti saat kita juga punya niat untuk belajar namun malah menjadi surut karena masalah harus menyiapkan berbagai hal sebelum belajar. Buku, alat tulis, dan hal lain yang menunjang belajar. Begitupun dengan kerumitan membuat jadwal. Mana dulu yang harus dipelajari? PR? Pelajaran untuk besok? evaluasi hari ini? atau mempelajari apa yang jadi minatku terlebih dahulu. Hal itu langsung membuat kita berpikir belajar sama dengan hal yang rumit. Padahal sebenarnya jika kita ubah kesimpulan itu, kita bisa menjadi lebih baik dalam memandang belajar. 

    Bagaimana jika mengubah pandangan belajar itu dengan pandangan yang sama dengan berlibur? Berlibur pun sama dengan belajar. Butuh banyak persiapan. Namun karena kita memandang liburan itu menyenangkan, segala persiapan itu akan kita anggap ringan. Begitu pun dengan belajar. Jika kita menganggapnya menyenangkan, segala persiapan akan kita anggap mudah.

    Begitu pentingnya sebuah kesimpulan. Begitu pun ketika berhadapan dengan pilihan-pilihan besar. Jika kita memprosesnya terlebih dahulu, kita akan melihat kebenaran dalam banyak hal. Saat kita dihadapkan pada keluhan-keluhan dalam hidup pun bergantung pada bagaimana cara kita memandangnya. Ketika kita memandangnya buruk, itu pun yang akan kita rasakan. Namun jika kita memandangnya baik, kita pun akan merasa senang dalam mengerjakannya.

    Bagaimana kita bisa melakukannya? Semua itu sudah dibahas dalam bab-bab sebelumnya. Yah, sebenarnya dari bab sebelumnya hingga hari ini hanya mengulas kembali cara-cara yang sudah dipelajari selama beberapa hari ke belakang.  


TOMAT 



Jepit Bunga : 16 cm
Jepit Biasa : 15,5 cm


Daunnya yang paling bawah mulai layu. Si Jepit Biru sudah kehilangan kedua daun pertamanya. Sementara Si Jepit Biasa salah satu daun di tangkain pertamanya patah. Daun keduanya kini sudah mulai rusak. Daun baru harus mulai menggantikan mereka. 

AFIRMASI

    Saya manusia yang memikirkan setiap tindakan, berhati-hati membuat pilihan, menghargai orang lain, berpikir sebelum bertindak, sabar, percaya diri, beriman, tegas, mencintai diri sendiri, bahagia, berbakat, selalu bermimpi, sopan, disiplin, menjadi pendengar yang baik, berpemikiran terbuka, menerima kelebihan dan kekuranganku, dan tenang menghadapi situasi.


REFLEKSI

    Tujuan hidup itu penting agar kita bisa memiliki semangat dalam menjalani hidup. 



























No comments:

Post a Comment