Biasanya aku menganggap diriku tidak berguna dan bermasalah. Jadi sekarang aku akan berpikir bahwa setidaknya aku tidak bermasalah. Kalau dipikir-pikir semua masalahnya -kalau tidak dihitung dengan faktor eksternal- berawal dari menganggap diriku bermasalah. Pokoknya mau itu benar atau salah, aku tak mau memikirkannya lagi. Aku ingin mencoba berpikir positif tentang diriku.
Judul : GIANT STEPS
Penulis : Anthony RobbinsPenerbit: PT. Ufuk Publishing House
Bab 4 : MENDAPATKAN KEAHLIAN UNTUK BERUBAHHalaman awal hingga terakhir membaca : 127-136
Hal paling jelas yang aku tangkap disini adalah kalau mau berubah, kita tidak bisa bergantung pada orang lain. Seseorang berubah pertama-tama karena keinginan mereka sendirilah yang mau berubah, bukan karena orang lain berhasil mengubahnya. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana kita bisa secara konsisten mempertahankan perubahan kita?
Banyak orang yang akan lebih menghargai perubahan kita jika kita berubah sedikit demi sedikit. Perubahan yang lambat. Dan ketika ada orang yang sedikit sedikit merubah sesuatu dalam dirinya, ia akan dibilang plin-plan dan tidak punya pendirian. Padahal sebenarnya jika kita mengabaikan apa kata mereka, kita akan dengan lebih mudah mencari siapa diri kita sebenarnya. Manusia dapat membuat masalah dengan cepat dan dengan segera dapat menyelesaikannya dengan cepat. Kita pun dapat memperkokoh jati diri kita jika kita lebih sering melakukan banyak hal yang ingin dicoba daripada terus mengikuti kata orang.
Perubahan itu pun sifatnya sementara. Seseorang bisa tidak merokok dan hidup sehat karena ilmu pengetahuan mengatakan bahwa rokok dapat membunuh. Akal budi mengendalikan tindakan kita. Namun manusia tak bisa lepas dari hasrat mereka untuk merasakan kepuasan. Rasa penasaran akan rokok tetap akan ada dalam dirinya. Mereka yang berkata seorang guru telah gagal mengubahnya menjadi orang baik sesungguhnya adalah orang-orang yang mengikuti hasrat untuk memenuhi kepuasan mereka tanpa bisa mengendalikannya dengan akal budi. Begitu pun sebaliknya, sebaik apapun manusia mengendalikan diri dengan akal budi, hasrat untuk merasa puas itu tetap ada. Sehingga membuat kita tak bisa lepas dari kebiasaan-kebiasaan buruk kita.
Namun tentu ada cara untuk mengakali hal itu juga. Hal yang membuat kita tak bisa lepas dari kebiasaan buruk adalah karena kita menghubungkan kebiasaan itu dengan kenyamanan. Meski secara tidak sadar, kita telah menghubungkan suatu kebiasaan dengan kondisi nyaman. Jika kita mengubah hal yang sudah menjadi kebiasaan kita, itu akan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Justru itu yang membuat kita bisa berubah. Kita perlu menghubungkan kebiasaan lama dengan rasa tidak nyaman. Seperti contoh, seorang yang suka mendengarkan satu lagu dapat dibuat tidak pernah mendengarnya lagi jika lagu tersebut 'dirusak'. Entah dirusak lirik, nada atau alat rekamannya. Sama seperti jika sebuah pabrik coklat menambahkan garam pada coklat mereka, kita mungkin akan merasa kecewa dengan produk coklat itu dan tak akan pernah membeli coklat buatan pabrik itu lagi.
Jika kita membuat kebiasaan lama kita menjadi suatu yang tidak nyaman, secara otomatis kita akan mulai meninggalkan kebiasaan tersebut. Seperti contoh, kita memasang alarm supaya kita dapat bangun pagi. Alarm tersebut tak akan berhenti berbunyi sampai kita mematikannya. Fokuslah pada manfaanya, maka kita akan terbangun dan tak mungkin dapat tertidur lagi. Otak kita sudah menghubungkan antara pilihan tetap tidur dengan alarm yang terus berbunyi, sehingga menghasilkan keinginan bagi kita untuk segera bangun dan mematikan bunyi itu. Alhasil kita bangun lebih pagi dari biasanya.
Jika secara konsisten kita menghubungkan antara kebiasaan buruk dengan hal yang buruk, kita akan meninggalkan kebiasaan itu. Jika kita menghubungkan kebiasaan baik dengan hal yang baik maka kita pun juga akan terus mengejarnya. Karena kita akan terus mengejar kepuasan setelah melakukan hal baik tersebut.
TOMAT
Jepit Bunga : 15,5 cm
Jepit Biasa : 15 m
Kapan sebaiknya aku memindahkannya ke pot yang lebih besar? Omong-omong, yang kemarin aku bialang bahwa tomatnya terlihat layu itu benar. Sekarang di mataku ia terlihat lebih segar kembali. Batangnya mungkin sudah mulai cukup kuat untuk menahan angin kecil. Aku pun harus lebih percaya pada kemampuannya.
AFIRMASI
Aku manusaia yang memikirkan setiap tindakan, berhati-hati membuat pilihan, menghargai orang lain, berpikir sebelum bertindak, sabar, percaya diri, punya pengendalian diri, beriman, tegas, mencintai diri sendiri, bahagia, berbakat, dan selalu bermimpi.
REFLEKSI
Aku akan mencoba berpikir lebih positif. Omong-omog buku yang aku baca ternyata lebih cocok dengan keinginanku daripada kekhawatiranku.


No comments:
Post a Comment