Sunday, 27 November 2022

HARI 14

    Baiklah, aku tidak melakukan sesuatu yang luar biasa. Belakangan aku mencoba melakukan sesuatu yang tak biasa kulakukan. Seperti melanggar prinsip-prinsip lamaku. Bicara pada orang asing, menyapa terlebih dahulu, atau menyisir rambut kapanpun ada kesempatan. Bukan prinsipkah lebih tepatnya? Kalau begitu batasan. Batasan-batasan yang dulu aku buat yang kupikir adalah untuk bertahan hingga sekarang. Pada akhirnya itu hanyalah egoku sendiri. Hal-hal yang aku lakukan adalah hal yang sederhana untuk membuktikan bahwa aku salah waktu itu.



Judul : GIANT STEPS 
Penulis : Anthony Robbins
Penerbit: PT. Ufuk Publishing House

 

Bab 7 : BAGAIMANA MENGGUNAKAN SINYAL-SINYAL TINDAKAN ANDA
Halaman awal hingga terakhir membaca : 201 - 210

 

    Jadi ada yang dinamakan sinyal tindakan. Ini adalah sebuah kata lain dari perasaan-perasaan negatif. Karena sebenarnya perasaan negatif adalah sinyal dari dalam hati kita untuk segera melakukan sebuah tindakan. Dan sinyal-sinyal itu adalah rasa gelisah, khawatir, kehilangan, kemarahan, putus asa, kekecewaan, rasa bersalah, rasa ketidakmampuan, lelah, dan kesepian. Mereka semua punya cara penyelesaiannya masing-masing. Untuk langkah pertama, tentu kita harus mengenal apa yang membuat kita merasakan perasaan-perasaan tersebut. Kejadian apa yang membuatnya begitu? 

    Sinyal kegelisahan menandakan bahwa dalam persepsi kita, terdapat situasi yang membuat kita tidak nyaman. Kita bisa mencoba mengatasinya dengan mengubah pandangan kita tentang situasi tersebut. kekhawatiran dan perasaan ketidakmampuan tentang suatu kondisi dapat kita atasi dengan berpikir apa yang paling bisa kita persiapkan saat ini. Setelahnya, kita bisa merefleksikan bahwa kita perlu lebih bersiap dalam situasi tersebut.

    Rasa kehilangan, terabaikan, dan terkucilkan tanpa dasar biasanya hanyalah ilusi. Misalnya seseorang yang buru-buru meninggalkan kita saat kita masih bicara. Belum tentu ia membenci kita. Atasi itu dengan segera berkomunikasi dengan pelaku yang membuat kita merasa kehilangan untuk mengklarifikasi apakah mereka benar-benar mengacuhkan kita. 

    Perasaan marah biasanya dapat sinyal bahwa standar terpenting kita sedang dilanggar. Baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Begitupun dengan rasa bersalah. Tentu saja cara mengatasinya adalah mengakui apa yang sedang terjadi. Akui apa yang menjadi emosi kita. Akui bahwa kita bisa salah. Belajar dari persepsi orang lain. Mungkin orang lain pun tak sadar apa yang mereka lakukan. Lalu utarakan emosi tersebut seelegan mungkin. Bukan dengan cara yang kasar supaya orang lain pun mengetahui apa yang kita rasakan tanpa berpikiran hal yang lain.

    Putus asa datang dari perasaan bahwa saat ini kita belum mengalami kemajuan. Namun masih memiliki kesempatan untuk mengubahnya. Kita perlu mangatasinya dengan belajar dari orang lain yang kita kagumi dan berhasil mengatasi rasa putus asa tersebut. Kekecewaan mengartikan bahwa kita perlu untuk mengubah harapan kita. Kita tak bisa berlarut-larut dalam kekecewaan dan putus asa. Karena itu tak akan mengubah apapun dalam hidup kita. 

    Kadang kita merasa lelah. Saat itu kita perlu untuk istirahat sejenak. Istirahat disini berarti kita perlu merefleksikan arah mana dulu yang harus kita prioritaskan untuk dijalankan. Kita perlu menangani hal paling sederhana yang bisa kita lakukan. Sementara rasa kesepian berarti menandakan kita masih perlu hubungan yang dekat dengan orang lain. 

    Semua masalah memiliki jalan keluarnya sendiri-sendiri. Itulah yang sebenarnya terjadi.


TOMAT 


Jepit Bunga : 16 cm

Jepit Biasa : 15,5 cm

    Semangat bertumbuh tomat. 


AFIRMASI 

    Saya manusia yang memikirkan setiap tindakan, berhatai-hati membuat pilihan, menghargai orang lain, berpikir sebelum bertindak, sabar, percaya diri, punya pengendalian diri, beriman, tegas, mencintai diri sendiri, bahagia, berbakat, selalu bermimpi, menerima kelebihan dan kekuaranganku, sopan, disiplin, menjadi pendengar yang baik, dan berpemikiran terbuka.


REFLEKSI

    Pokoknya hari ini menarik.

No comments:

Post a Comment