Wednesday, 14 December 2022

HARI 24

     Tentang rekoleksi kemarin. Hal yang aku dapat adalah tentang identitas, cita-cita, tujuan hidup dan menerima kelebihan kekurangan. Berarti seharusnya hari itu kami semua sudah harus mengerti tujuan hidup kami. Hmm...apa yang harus aku refleksikan? Begini saja pribadi. Itu terdiri dari fisik kita, dan identitas kita. Identitas yang banyak orang tahu terdiri dari nama, umur, tempat tinggat, tanggal lahir, dan foto diri kita. Tapi sebenarnya, identitas lebih dari itu. Identitas juga berarti siapa diri kita. Identitas berarti juga termasuk pertanyaan mengapa kita hidup? mengapa kita berbuat sesuatu? seperti apa diri kita di mata orang lain? bagaimana kita memandang diri sendiri? dan mau seperti apa kita? 

    Tujuan hidup atau cita-cita banyak menimbulkan pertanyaan seperti apa idealnya cita-cita tersebut. Tapi sepertinya hari itu kami tidak membahasnya. Hal tentang cita-cita itu menyangkut pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang bisa kita lakukan? untuk apa kita melakukan itu? untuk siapa kita melakukan itu? sampai sejauh mana kita ingin mengembangkannya? dan bagaimana cara supaya kita bisa hidup di dalamnya? Tentunya seperti biasa aku menemukan pertanyaan-pertanyaan baru setelah acara terebut selesai. Aku tak mengerti kenapa selalu begitu. Pertanyaannya yang diawal paragraf ini. Seperti apa cita-cita yang ideal tersebut? Sebenarnya aku sudah dapat jawaban untuk diriku sendiri. Aku hanya ingin tahu bagaimana dengan pandangan orang lain.

    Sementara kalau membahas tentang kelemahan dan kelebihan tentunya penyataan baruku adalah bahwa kelemahan dan kelebihan itu akan selalu berubah. Selama...kita sadar dan ingin memperbaikinya. Selama kita berubah itu pun segala kekurangan kita bisa berubah menjadi kelebihan dan kelebihan pun bisa jadi kekurangan. Selama kita hidup, kita selalu berubah. Pada akhirnya kita tak bisa selalu menjustifikasi diri kita baik atau selalu buruk. Begitu pun dengan pandangan orang lain. Ada yang menganggap apa yang kita lakukan baik dan ada pula yang menganggap apa yang kita lakukan tidak baik. Itu juga hanya bergantung pada seberapa kuat kelompok atau masyarakat tersebut menjatuhkan atau menguatkan kita. Kita lah yang harus menentukan seberapa berharga diri kita di mata diri sendiri. Biar orang lain yang menentukan seberapa nilai kita di mata mereka.

    Apa kubilang.  Aku paling tertarik dengan materi terakhir.



Judul : LANGKAH RAKSASA 
Penulis : Anthony Robbins
Penerbit: PT. Rumah Penerbitan Ufuk

Bab 12 : KARUNIA UTAMA
Halaman awal hingga terakhir membaca : 535-377


    Tentang pahlawan. Seperti apa pahlawan yang kita bayangkan? Pahlawan yang biasa kita bayangkan mungkin adalah orang-orang yang sudah berjasa besar bagi dunia. Orang yang terkenal karena kebaikan-kebaikan mereka. Baik itu pahlawan dunia maupun pahlawan-pahlawan di sekitar kita. 

    Kadang atau mungkin sering kita membayangkan akan sulit bagi kita untuk menjadi seperti mereka. Bagaimana mungkin kita bisa seperti mereka yang terlihat bersinar? Sementara diri kita sendiri terus merasa kurang. Kita tak sama dengan mereka, artinya kita tak bisa seperti mereka. Meskipun kita banyak menyangkal pernyataan tersebut, dalam hati terdalam kita pasti merasakan ketidakyakinan yang sama seperti itu. Kita selalu bertanya-tanya "akan seperti apa kita nanti?" sementara sekarang kita tak melakukan apapun untuk mencapai angan-angan itu. 

    Bagaimana cara menjadi pahlawan? Pertama kita harus tahu terlebih dahulu mana yang kita inginkan. Apakah kita ingin menjadi seorang yang ingin menolong sebanyak mungkin orang? atau kita sebenarnya hanya ingin diakui sebanyak mungkin orang? Yah, bagaimanapun banyak orang yang bahkan tak bisa memulainya karena rasa malu. Ketakutan akan bagaimana reaksi mereka? Bagaimana jika kita diejek? Bagaimana jika yang kita lakukan salah? 

    Pada akhirnya untuk meulai semuanya kita harus menembus semua ketakutan itu. Tak peduli dengan apa yang kita atau orang lain pikirkan, selama kita merasa apa yang kita lakukan benar, lakukanlah. Kritikan dan pendapat akan datang, saat itulah kita perlu belajar dari apa yang kita mulai. Mencoba untuk tetap fokus dan terus memperbaiki diri.

    Menjadi pahlawan bukan tentang bagaimana tanggapan orang, atau bagaimana supaya disukai banyak orang. Menjadi pahlawan adalah tentang niatnya. Kita bisa menjadi pahlawan untuk satu orang sementara banyak orang menganggapnya tidak demikian atau sebaliknya. Kemana kita ingin menjadi pahlawan? Karena bahkan hanya dengan membuang sampah pada tempatnya, mengingatkan orang orang memakai masker, memberi tempat duduk untuk lansia, menghormari orangtua, atau bahkan mencoba untuk tetap hidup dengan baik saja sudah dianggap pahlawan. Kemana kita ingin menjadi berarti? 


TOMAT


Jepit Bunga : 17 cm
Jepit Biasa : 16,5 cm

    Sepertinya belakangan ini aku salah mengukur tingginya. Tapi yasudah lah. Daunnya sekarang mulai berbentuk normal lagi. Sudah kuduga ia tak akan mati semudah itu. Bahkan kalau aku tahu ia terlepas dari potnya aku akan tetap menaruhnya kembali ke tempatnya sampai aku yakin kalau tanaman itu tak akan bernafas lagi.

AFIRMASI

  Saya manusia yang memikirkan setiap tindakan, berhati-hati membuat pilihan, menghargai orang lain, berpikir sebelum bertindak, sabar, percaya diri punya pengendalian diri, tegas, beriman, bahagia, selalu bermimpi, berbakat, mencintai diri sendiri, sopan, disiplin, menerima kelebihan dan kekuranganku, menjadi pendengar yang baik, dan tenang menghadapi situasi.

REFLEKSI

    Jadi seharusnya aku menulis refleksi tentang rekoleksi itu disini. Tapi aku lebih suka menuliskannya diatas karena....apa ya? aku hanya suka membuat intro dalam sebuah tulisan saja. Apa itu namannya intro? Pokoknya begitulah. Aku punya satu pertanyaan dan satu pernyataan yang aku lebih suka jika jawabannya secara objektif. Pertanyaannya adalah tentang harus sampai sejauh apa hingga sebuah cita-cita dianggap sukses? Kelebihan dan kekurangan....yah pokoknya itu akan selalu berubah. Yang perlu kita lakukan adalah menyadari dan memperbaiki apa yang menurut kita kurang dan mengembangkan kelebihan kita.

No comments:

Post a Comment