Hari ini rekoleksi. Jujur saja aku tidak akan tertarik dengan acaranya jika bukan karena permainannya. Bukan karena acaranya tidak bagus tentu saja. Maksudku, aku hanya menemukan sedikit hal yang menarik atau bermakna bagiku. Hari ini tentu saja tentang tujuan hidup, cita-cita dan kelebihan kekurangan. Materi yang aku yakin sudah kupahami dengan pasti. Tapi tentunya ini adalah acara yang menarik bagi teman-teman yang memperhatikan. Ini tentang hal yang bahkan tak pernah kita perhatikan sebelumnya. Cita-cita, tujuan hidup, dan kelebihan kekurangan. Ini hal yang menarik kan?
Masalahnya belakangan ini aku sudah pernah melihat pembahasan ini dalam dua vidio, satu pertemuan dengan kelompokku, satu pertemuan lagi dengan seluruh teman dari kelas sepuluh, dan berulang kali membaca tentang ini dari buku yang aku baca. Rasanya hanya agak bosan saja hal ini terus diulang. Untungnya ada permainan-permainan dan interaksi dengan yang lain. Ini membuat suasana lebih bersahabat. Mungkin akan lebih baik kalau materi yang disampaikan pun disampaikan dengan cara yang lebih menarik lagi. Gaya bicara dan topik yang dapat menarik di kesan pertamanya saja.
Sepertinya jika aku lanjutkan aku malah akan semakin tidak jelas dan semakin buruk dalam bicara. Sebenarnya tentu saja acara ini sangat berharga bagiku. Acara ini semakin menguatkan apa yang sudah aku yakini. Sebaiknya aku masuk saja ke bukunya.
Judul : LANGKAH RAKSASA
Penulis : Anthony Robbins
Penerbit: PT. Rumah Penerbitan Ufuk
Bab 11 : MENYATUKAN SEMUANYA
Halaman awal hingga terakhir membaca : 321-339
Baiklah, sebenarnya ini tentang bagaimana kita menyatukan masalah kesehatan, hubungan, dan tingkah laku dengan prinsip yang kita pegang saat ini. Jujur saja sampai terakhir aku baca aku tak menemukan hubungan yang jelas dengan semua itu. Malah buku itu sedang menjelaskan bagaimana prinsip dari ketiga unsur tersebut.
Dimulai dari kesehatan. Apa kalian tahu tentang aerobik dan anaerobik. Tunggu apa aku benar mengejanya? Anaerobik. Oh benar. Jadi apa itu aerobik dan anaerobik. Entahlah, tapi ini ada hubungannya dengan kesehatan dan kebugaran. Aerobik adalah latihan yang membuat kita merasa kesegaran. Membuat kita merasa bahagia tanpa paksaan. Seperti saat kita senam. Kita mengeluarkan keringat namun masih dapat bernafas. Sementara kegiatan anaerobik adalah kegiatan yang ditujukan untuk melatih tubuh. Melatih kebugaran kita dalam batas tertentu. Itu adalah disiplin diri. Seperti saat kita lari jarak jauh atau dekat. Kita membuat garis yang harus kita tuju. Sementara aerobik merupakan aktivitas menyehatkan tubuh, anaerobik merupakan aktivitas yang memelahkan dengan tujuan menguji kebugaran tubuh kita. Hmm...apa benar begitu? Entahlah, itu yang aku tangkap dari bacaan hari ini. Keduanya sama-sama berguna. Namun sebaiknya terus lakukan klegiatan aerobik yang menyehatkan tubuh dan saat melakukan kegiatan anaerobik lakukan yang bermanfaat.
Kegiatan anaerobik pun sebenarnya juga dapat menjadi kegiatan yang buruk. Sebagai contoh saat kita bermalas-malasan dan membuatnya menjadi kebiasaan. Kegiatan itu membuat kita menjadi tidak bugar. Karena definisi kegiatan itu merupakan kegiatan yang MENGUJI bukan MELATIH. Entahlah, apa aku benar mengartikannya? Sepertinya salah. Maafkan aku kalau salah. Aku benar-benar tak mengerti bab ini.
Selanjutnya tentang bubungan. Serius, aku tak punya pemahaman mendalam maupun pengalaman yang begitu baik dengan hubungan. Sebenarnya, hubungan yang dimaksud disini tak selalu berurusan dengan romansa yang berbeda gender. Ini bisa juga dengan hubungan sesama teman, maupun dengan manusia-manusia di sekitar kita. Bagaimana cara menjaganya? Haruskah ini diulang olehku dimana diluar sana sudah banyak yang membahas itu? Tentu saja harus ada komunikasi. Ini sangat berguna dalam memperjelas hubungan seperti apa yang sedang kita alami saat ini.
Kedua komitmen. Kalau benar-benar ingin memiliki hubungan yang jelas dengan orang-orang di sekitar kita baik yang dekat, maupun yang tidak terlalu dekat, kita perlu komitmen untuk memperjelasnya. Pertama komitmen dengan diri sendiri, baru komunikasikan dengan orang lain.
Ketiga, terbuka. Di buku ini disebutkan kata cinta. Tapi aku lebih suka menyebutnya terbuka jika menyangkut hubungan secara umum. Terima dan coba mengerti apa yang diinginkan orang yang kita anggap berhubungan dengan kita. Yah, setidaknya coba untuk mengerti. Untuk selanjutnya, baru kita tentukan, apakah kita ingin mengarahkan hubungan ini ke arah yang baik, atau buruk, atau biasa saja?
TOMAT
Ini karena siang tadi hujan. Aku ada di luar rumah dan aku lupa menghubungi orang yang ada di rumah untuk membantuku menyelamatkan pohon ini. Pucuknya patah, daunnya jadi terlihat berada di posisi yang tidak tepat. Seharusnya aku lebih hati-hati.
Saya manusia yang memikirkan setiap tindakan, berhati-hati membuat pilihan, menghargai orang lain, berpiki sebelum bertindak, sabar, percaya diri punya pengendalian diri, tegas, beriman, bahagia, selalu bermimpi, berbakat, mencintai diri sendiri, sopan, disiplin, menerima kelebihan dan kekuranganku, menjadi pendengar yang baik, dan tenang menghadapi situasi.
Baiklah aku tidak akan terlalu terbawa emosiku. Belakan ini aku jadi terlalu percaya diri. Pokoknya aku akan mencoba lebih mengendalikan diriku sendiri.
No comments:
Post a Comment