Jadi, darimana aku harus mulai menulis? Mungkin dari sini saja. Jadi, aku benar-benar panik saat harus mencari buku bacaannya. Karena aku mulai mencarinya hari ini tepat setelah aku masuk kedalam ruangan kelas. Aku harus mencarinya di perpustakaan Tanpa ada bayangan buku seperti apa yang ingin kucari. Tema yang seperti apa? Judul apa? atau tebal buku yang seperti apa. Pokoknya, aku tak menemukan spesifikasi buku yang ingin kucari. lalu, aku harus mencarinya selama satu jam. itu waktu yang cepat. Singkat saja, akhirnya aku memutuskan untuk mengambil buku ini. Kenapa? Entahlah. aku mungkin memang tertarik, tapi disamping itu juga terburu-buru mengambilnya. Apa ini termasuk asal ambil? Aku tak mau memikirkannya lebih jauh lagi. Toh, sudah terlanjur terpilih. Kuharap buku ini cocok untuk diriku saja.
Judul : GIANT STEPS
Penulis : Anthony Robins
Penerbit: PT. Ufuk Publishing House
Bab 1: TAKDIR IMPIAN
Halaman awal hingga terakhir membaca : 1 - 15
Apa ini tentang menulis ulasan buku? Baiklah, tidak perlu dipikirkan. Aku akan tuliskan saja apa yang aku baca sampai halaman terakhir yang kubaca.
Bab 1 dimulai dengan kalimat tentang mimpi. Siapapun pasti punya mimpi. Mungkin banyak dari kita yang memiliki mimpi yang kini sudah lama ditinggalkan atau mulai ditinggalkan. Entah dengan alasan apapun yang saat kita dulu memutuskan meninggalkannya hingga kini. Mungkin karena mimpi itu terdengar konyol, tidak masuk akal, atau karena keterbatasan yang kita punya. Apapun itu dari halaman-halaman yang kini telah kubaca, kita diminta untuk merenungi sejenak mimpi-mimpi itu dan membuat sebuah keputusan dari sana untuk melangkah kembali untuk masa depan kita.
Kata kuncinya adalah keputusan. Apa yang terjadi hari ini adalah keputusan yang kita buat hari ini merupakan hasil dari keputusan dimasa lalu, dan apa yang akan terjadi nanti dimasa depan kita pun adalah hasil dari keputusan kita saat ini. keputusan tersebut haruslah keputusan kecil yang harus dilakukan saat itu juga, serta keputusan besar yang akan dicapai untuk masa yang akan datang. Untuk itu kita perlu keyakinan dan hasrat yang akan memaksa kita untuk tentunya dengan resiko-resiko yang akan muncul dari keputusan tersebut. Misalnya, memutuskan untuk rajin belajar agar sukses. semua itu untuk membahagiakan orang yang kita cintai.
Oleh karena itu, agar tidak cepat menyerah kita perlu komitmen, serta pelaksanan yang konsisten. Perlu diingat juga, dalam berproses membentuk perubahan, kita perlu menyisipkan memiliki komitmen untuk belajar dari kegagalan. Kegagalan bukanlah akhir dari semuanya. Kegagalan adalah cara kita menilai pengalaman buruk sebagai khir segalanya. Sehingga tak ada yang perlu dikeluhkan dari bernasib buruk. Kita hanya perlu mengubah pengalam itu dengan penilaian yang baik. Kesuksesanadalah akibat dari penilaian baik penilaian baik akibat dari pengalaman, dan pengalaman akibat dari penilaian buruk.
Untuk itu, kita perlu benar-benar mendefinisikan dengan jelas mimpi kita. Tak ada batasan yang dapat menghalangi kita meraih mimpi tersebut selain kemampuan kita untuk mendefinisikan mimpi tersebut. Tujuan tersebut haruslah tujuan yang menginspirasi dan terasa penting bagi kita. Banyak mimpian-impian yang terbuang sia sia karena kita belum memikirkan seberapa pentingkah tujuan tersebut. Bukan hanya tujuan seperti bertahan hidup, atau menjalani hidup normal. Namun hal penting dari impian itu sendiri. Apakah akan berguna bagi orang lain? Apakah akan mempengaruhi kebahagiannku?
Halaman 15 sendiri adalah tentang panduan untuk menetapkan tujuan. Membentuk komitmen, melakukan latihan dengan kebiasaan kebiasaan rutin, serta bagaimana kita menikmati proses tersebut. Hal itu akan membantu otak kita mengaktikan sistem yang berfungsi untuk memotivasi kita terbiasa dengan membuat kegiatan-kegiatan tersebut.
Sepertinya tentang buku sudah. Aku membacanya hingga halaman 15 saja karena di halaman selanjutnya akan membahas hal baru. Bukan, bukan bab baru. Hanya.... mungkin lebih baik aku tulis di postingan baru.
Apa lagi ya? oh iya, foto.
Pohon tomat kiri : 12 cmPohon tomat kanan : 13 cmKeduanya punya daun baru.
Apa yang dapat kita petik dari kisah tomat ini? Jujur saja aku tidak berniat memikirkannya. Tapi karena memang harus dipikirkan, mungkin seperti ini. Kedua pohon itu sejak hari aku menanamnya hingga hari ini selalu aku biarkan tumbuh di teras rumahku. Disana ada banyak tanaman yang lebih besar. selama dua hari itu aku malah membiarkannya berada di teras sambil diterpa angin dan hujan. membiarkannya hidup dengan tanaman-tanaman lain yang sudah terbiasa terkena derasnya hujan. Meski aku beberapa hari itu sudah berfirasat buruk rupanya malah keduanya masih hidup. Mungkin karena teras itu masih memiliki peneduh atau sedang dilindungi daun daun lain yang lebih besar. padahal jelas sekali tanaman-tanaman itu terlihat rapuh. Aku tak mau menyimpulkan asal-asalan dan malah jadi kesimpulan yang salah. Jadi ibaratkan saja pohon itu sebagai manusia dan hujan sebagai masalah. Bukankah terdengar seperti memiliki makna yang menarik. Karena bagiku iya.
AFIRMASI
Saya manusia yang tidak mencari masalah.
Saya manusia yang berhati-hati dalam membuat pilihan.
Saya manusia yang menghargai orang lain.
Saya manusia yang berpikir sebelum bertindak.
Saya manusia yang sabar.
REFLEKSI
Mencari mimpi dan berkomitmen didalamnya. Tidak menyerah dalam menghadapi situasi. mengenal diri sendiri. Semoga gaya penulisan postingan-postingan yang kubuat sendiri ini selanjutnya tetap konsisten.
MATERI PERTEMUAN HARI INI :
- Mengingatkan tentang buku bacaan dan membuat postingan.
- Membahas tema P5.
- Cek afirmasi.
- membahas cara mengatur waktu dan alamat di kamera.
- membahas proses menanam tomat.


Lanjutkan membaca ya Nes. buku yang bagus untuk kamu selesaikan membacanya, supaya keraguanmu ttg buku itu terjawab.
ReplyDeleteHidup harus punya mimpi. yesss